Bimbingan Belajar STAN 2012/2013

Bimbingan Belajar Intensif STAN 2012/2013 Langsung oleh Mahasiswa STAN Jakarta

 

Suatu pagi yang cerah, dengan udara yang menyegarkan, di sebuah pegunungan tinggi di negri seribu pulau yang permai. Berdirilah seorang guru bijaksana di hadapan murid-muridnya.

Hari itu, seperti biasanya, adalah saat di mana sang guru menanamkan kebijaksanaannya kepada mereka.

Sang guru bijak bertanya “Siapa di antara kalian yang tau letak kota Shuzou”.

Murid-muridnya saling menatap dan menggelengkan kepala. “Diantara kami tidak ada yang tahu atau pernah mendengar tentang kota itu wahai Guru” salah seorang muridnya menjawab demikian.

“Baiklah..” Sang Guru menarik napas sejenak lalu melanjutkan.. “Kalau aku katakan, bahwasannya di sana ada seorang sakti, yang selalu mengajarkan kesaktiannya kepada orang yang datang padanya, akankah kalian bersusah payah untuk mencapai kota Shuzou itu?”

Dengan yakin dan kompak, semuanya berkata “Kami SIAP wahai guru!”

Sambil menatap ke seluruh muridnya, Sang Guru kemudian kembali bertanya “Jawab pertanyaanku ini.. Bagaimana cara tercepat mencapai kota Shuzou?”

Semua muridnya saling menatap satu sama lain, sambil berpikir masing-masing.

Kemudian satu-persatu mereka mulai bersuara..

“Dengan kuda Guru!” seorang menjawab.

“Dengan perahu layar Guru!” seorang lagi ikut bersuara.

“Dengan kerjasama tim Guru!” ada lagi yang ikut menjawab.

“Dengan terus-terusan tanpa istirahat Guru!” jawaban lain terdengar.

Sang Guru pun menatap ke semua muridnya itu dan berkata “Belum ada yang benar.. Aku belum menemukan jawaban yang aku cari”

Setelah saling berdiskusi, salah seorang dari muridnya kemudian berkata “Guru, kami belum bisa menemukan jawaban yang sesuai selain jawaban-jawaban yang kami utarakan tadi kepada Guru. Mohon berikan kami jawaban yang Guru maksudkan, supaya kami bisa meresapi ilmu kebijaksanaan yang Guru ingin sampaikan.”

Suara aliran sungai di samping tempat mereka berdiri semakin kentara karena mereka semua hening, menunggu jawaban Sang Guru. Nampaknya juga tidak terdengar suara burung satupun. Seakan turut menunggu jawaban pertanyaan tadi.

“Murid-muridku..” kata Sang Guru membuka kalimatnya. “Cara tercepat mencapai Kota Shuzou bukanlah dengan cara-cara yang kalian utarakan tadi. Cara tercepat mencapainya adalah dengan bertanya kepada orang lain yang pernah ke sana“

***
Sobat,

Ketika kita mau pinter masak, kita cari buku-buku memasak.. ikut kursus memasak.. latihan memasak sampai akhirnya mahir bikin masakan enak.

Ketika seorang mau punya badan berisi, perut eight-pack (lebih hebat dari six-pack ˆ⌣ˆ) maka ia akan membaca artikel-artikel kesehatan, mendaftarkan diri ke gym, membayar seorang personal trainer, berlatih sampai akhirnya badannya terbentuk sesuai dengan yang ia inginkan.

Ketika seorang atlit ingin memenangkan medali emas, maka ia akan mengikuti pola latihan yang telah ditentukan oleh pelatihnya (yg tentunya berpengalaman, dan tak jarang juga telah memperoleh medali juga), belajar setiap hari, berlatih keras sehingga dirinya siap untuk menghadapi ujian sebenarnya, ketika lomba dilaksanakan.

Nah.. apa bedanya dengan ketika kita ingin LULUS STAN?

Sama aja kan? Kita harus bertanya kepada para mahasiswa STAN (yang sudah terbukti lulus STAN), bagaimana caranya, tekniknya, rahasianya, perjuangannya, tips dan trik nya supaya bisa lulus STAN. Tentunya selepas itu, kita harus mengaplikasikannya ke diri kita sendiri dengan #EKSYEN!

Silahkan sobat-sobat mengisi data pribadi di form dibawah ini kemudian link download akan muncul setelah sobat mengisi data dibawah ini.